Menggali Pembelajaran dari Dunia Nyata: FAIS UNBITA Gelar Kuliah Orientasi Mahasiswa di Beberapa Kota Besar

Oleh: Admin FAIS | Tanggal: 18/07/2025 | dibaca 95 kali


Gorontalo, Juli 2025 — Fakultas Administrasi dan Ilmu Sosial (FAIS) Universitas Bina Taruna (UNBITA) Gorontalo kembali mempersembahkan kegiatan edukatif yang menembus batas ruang kelas. Kuliah Orientasi Mahasiswa Semester 4 yang diselenggarakan oleh FAIS UNBITA kali ini berlangsung di beberapa kota besar Indonesia, menawarkan pengalaman belajar yang lebih kontekstual, aplikatif, dan mendalam.

Mengusung tema "Menembus Batas Kelas: Belajar dari Dunia Nyata", kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi Publik dan Ilmu Administrasi Bisnis. Kegiatan yang berlangsung dengan penuh semangat ini terbagi dalam dua kategori, yaitu kelas reguler dan kelas non-reguler. Kuliah orientasi kelas reguler dilaksanakan pada 2–11 Juli 2025 di kota-kota besar seperti Kediri, Surabaya, Semarang, dan Yogyakarta, sementara kelas non-reguler digelar pada 6–11 Juli 2025 di Surabaya, Semarang, dan Yogyakarta.

Bukan hanya sekadar kunjungan lapangan, kuliah orientasi ini bertujuan menghubungkan dunia teori yang dipelajari di ruang kelas dengan praktik langsung di lapangan. Mahasiswa diajak untuk berdialog, berdiskusi, dan berbagi pengalaman dengan berbagai praktisi serta instansi strategis yang berperan penting dalam sektor administrasi publik dan bisnis.

Kunjungan Perdana ke Kampung Inggris, Kediri

Salah satu agenda menarik dalam perjalanan kuliah orientasi adalah kunjungan perdana mahasiswa ke Kampung Inggris di Kota Kediri. Di sini, mahasiswa tidak hanya belajar tentang komunikasi dan kepemimpinan, tetapi juga menyelami kehidupan komunitas pelajar yang dinamis dan penuh semangat. Mereka memperoleh banyak wawasan mengenai pentingnya semangat belajar serta cara berkomunikasi yang efektif dalam menghadapi tantangan zaman.

Kunjungan ke BAPPEDALITBANG Surabaya: Mengintip Tata Kelola Kota Metropolitan
Pada Senin, 7 Juli 2025, para mahasiswa melanjutkan perjalanan ke Kota Surabaya, dengan mengunjungi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (BAPPEDALITBANG). Di sana, mereka berkesempatan untuk berdialog langsung dengan para perencana kebijakan mengenai bagaimana pembangunan kota metropolitan dirancang secara inklusif, berbasis data, dan adaptif terhadap perubahan zaman. Kunjungan ini memberi mahasiswa wawasan mengenai pentingnya perencanaan yang matang dalam mencapai kemajuan daerah.

Penandatanganan Kerja Sama dengan UNDIP: Memperkuat Jejaring Akademik
Tak kalah bersejarah, kuliah orientasi ini juga menyertakan kunjungan ke Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro (UNDIP) di Semarang. Di sana, dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Dekan FAIS UNBITA dan Dekan FISIP UNDIP. Ini menjadi langkah awal dalam membuka peluang kolaborasi riset, pengembangan program doktoral (S3), dan penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kunjungan ini memperlihatkan pentingnya kolaborasi antar kampus dalam memperkaya pengalaman akademik dan profesional mahasiswa.

Kuliah Umum “Tata Kelola Inklusif” Rangkaian kegiatan di UNDIP ditutup dengan kuliah umum bertema “Tata Kelola Inklusif” yang memberikan perspektif baru bagi mahasiswa tentang pentingnya pembangunan yang partisipatif dan merangkul seluruh lapisan masyarakat. Kuliah umum ini menekankan bagaimana tata kelola yang inklusif dapat menjadi kunci untuk menciptakan kesejahteraan sosial yang berkelanjutan.

Komitmen FAIS UNBITA dalam Mempersiapkan Pemimpin Masa Depan
Kuliah orientasi ini dihadiri dan didampingi langsung oleh Wakil Rektor I, Dekan FAIS UNBITA, Kaprodi Ilmu Administrasi Publik, dan Kaprodi Ilmu Administrasi Bisnis UNBITA. Pendampingan ini mencerminkan komitmen pimpinan fakultas dalam memastikan setiap proses pembelajaran berjalan dengan maksimal dan inspiratif.

Dekan FAIS UNBITA dalam sambutannya menyatakan bahwa kegiatan ini lebih dari sekadar kunjungan lapangan, melainkan bagian dari misi strategis fakultas untuk membentuk lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan dunia kerja yang dinamis dan penuh perubahan. “Kami ingin mahasiswa kami tidak hanya belajar dari buku, tetapi juga dari dunia nyata. Mereka akan menyaksikan langsung bagaimana kebijakan disusun, bagaimana pelayanan publik dijalankan, dan bagaimana lembaga-lembaga berkolaborasi demi kemajuan bangsa,” ujarnya.

FAIS UNBITA: Menjadi Pilar Transformasi Pendidikan Tinggi

Kuliah orientasi ini menunjukkan bahwa FAIS UNBITA tidak hanya berfokus pada pembelajaran di dalam ruang kelas, tetapi juga memperluas ruang lingkup pembelajaran ke dunia nyata. Dengan kegiatan ini, FAIS UNBITA semakin mengukuhkan dirinya sebagai institusi yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada penguatan kapasitas mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan.

Melalui kegiatan seperti ini, FAIS UNBITA membuktikan bahwa pendidikan tinggi tidak hanya tentang teori, tetapi juga tentang bagaimana mahasiswa dapat mempersiapkan diri dengan baik untuk tantangan yang ada di depan. Sebuah langkah besar untuk mencetak pemimpin masa depan yang handal, inovatif, dan siap berkontribusi dalam masyarakat.

Baca juga: