GORONTALO – Program Studi Manajemen Keuangan Sektor Publik (MKSP), Fakultas Administrasi dan Ilmu Sosial (FAIS) Universitas Bina Taruna (Unbita) Gorontalo sukses menyelenggarakan seminar edukatif bertajuk "Peran Fintech dan Digitalisasi dalam Modernisasi Bursa Efek Indonesia" pada Selasa, 12 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan kampus ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Program Studi Manajemen Keuangan Sektor Publik (MKSP) dengan PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Sinergi ini bertujuan untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai transformasi digital di sektor pasar modal yang kini semakin inklusif dan mudah diakses oleh generasi muda.
Seminar ini dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Administrasi dan Ilmu Sosial, Bapak Kurniadi K. Hasan, SE., M.AP. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya adaptasi teknologi bagi mahasiswa di era ekonomi digital yang terus berkembang pesat. Beliau memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif kolaboratif ini, yang dinilai sebagai langkah konkret dalam membekali mahasiswa dengan kompetensi praktis di luar kurikulum akademik formal, guna mencetak lulusan yang siap menghadapi tantangan industri keuangan modern.
Menghadirkan narasumber ahli di bidangnya, kegiatan ini mengundang Bapak Mario Iroth, SE., MM, selaku Kepala Wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo PT Bursa Efek Indonesia. Dalam paparannya, Bapak Mario menjelaskan bagaimana integrasi Financial Technology (Fintech) telah mengubah wajah investasi di Indonesia menjadi lebih efisien dan transparan. Beliau juga memotivasi para peserta untuk mulai membangun kemandirian finansial melalui investasi yang cerdas dan aman di bawah regulasi yang tepat, sembari memanfaatkan berbagai aplikasi digital resmi penyedia jasa pasar modal.
Pelaksanaan seminar dipandu langsung oleh Ketua Program Studi Manajemen Keuangan Sektor Publik Fitria Akibun, SE., M.Si yang bertindak sebagai moderator. Diskusi berlangsung secara interaktif dan dinamis, di mana moderator menjembatani penyampaian materi teknis dari narasumber dengan kebutuhan pemahaman mahasiswa. Fokus utama diskusi mencakup mekanisme perlindungan investor digital serta bagaimana digitalisasi meminimalkan hambatan bagi masyarakat daerah untuk ikut serta dalam bursa saham nasional secara aktif.
Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi, dibuktikan dengan kehadiran kurang lebih 100 mahasiswa yang memadati lokasi acara. Para peserta yang didominasi oleh mahasiswa program studi MKSP ini tampak aktif mengajukan berbagai pertanyaan kritis seputar tren investasi terbaru dan potensi risiko dalam ekosistem digital. Atmosfer akademik yang produktif ini mencerminkan tingginya minat intelektual sivitas akademika FAIS UNBITA terhadap literasi keuangan dan perkembangan ekonomi global.
Kegiatan ini tidak hanya berakhir pada sesi pemaparan materi, tetapi juga menjadi momentum penguatan kemitraan formal melalui penandatanganan dokumen kerja sama berupa Memorandum of Agreement (MoA) dan Implementation Arrangement (IA). Kesepakatan ini diharapkan menjadi payung hukum bagi berbagai program pengembangan kompetensi lainnya di masa depan. Melalui seminar ini, FAIS UNBITA kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang relevan dengan tuntutan zaman, sekaligus mendekatkan dunia akademik dengan sektor industri keuangan profesional.