GORONTALO – Mahasiswa Program Studi D4 Manajemen Keuangan Sektor Publik (MKSP), Fakultas Administrasi dan Ilmu Sosial (FAIS), Universitas Bina Taruna (UNBITA) Gorontalo melakukan langkah progresif dengan terjun langsung ke lapangan. Pada Rabu (29/04), rombongan mahasiswa menyambangi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Hasri Ainun Habibie untuk membedah lebih dalam mekanisme tata kelola keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
Kunjungan edukatif ini bukan sekadar observasi biasa, melainkan sebuah misi penguatan kompetensi yang dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan fakultas. Terlihat hadir di lokasi, Dekan FAIS UNBITA, Kurniadi K. Hasan, SE., M.AP, bersama Ketua Program Studi MKSP, Ibu Fitria Akibun, SE., M.Si, yang secara aktif mendampingi mahasiswa dalam berinteraksi dengan pihak manajemen rumah sakit.
Legalisasi Kolaborasi: Penandatanganan MoA dan IA
Momen ini juga menjadi tonggak dalam hubungan institusional kedua belah pihak. Sebagai bentuk komitmen nyata terhadap Tri Dharma Perguruan Tinggi, dilakukan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dan Implementation Arrangement (IA) antara FAIS UNBITA dan RSUD dr. Hasri Ainun Habibie.
Kerja sama ini dirancang untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih relevan, di mana teori di bangku kuliah dapat diuji dengan realitas industri. Dekan FAIS, Kurniadi K. Hasan, menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah pintu masuk bagi mahasiswa untuk lebih mendalami praktis administrasi dan keuangan publik yang akuntabel.
Dalam kesempatan tersebut, Dekan Fakultas Administrasi dan Ilmu Sosial (FAIS) UNBITA, Kurniadi K. Hasan, SE., M.AP, menyampaikan pandangannya mengenai urgensi kolaborasi strategis ini:
"Kegiatan studi lapangan dan penandatanganan kerja sama ini merupakan manifestasi dari visi kami untuk mendekatkan dunia akademik dengan realitas praktik di lapangan. Kami tidak ingin lulusan FAIS, khususnya dari Prodi MKSP, hanya menjadi ahli teori. Mereka harus memahami bagaimana fleksibilitas pengelolaan keuangan BLUD diimplementasikan untuk meningkatkan kualitas layanan publik tanpa menabrak koridor regulasi. Hal ini juga bukan sekadar seremoni administratif di atas kertas. Ini adalah jembatan emas bagi mahasiswa kami untuk mendapatkan akses literasi praktis, kesempatan magang, hingga riset mendalam. Kami sangat mengapresiasi keterbukaan pihak RSUD dr. Hasri Ainun Habibie dalam mendukung pengembangan SDM yang kompeten di bidang manajemen keuangan sektor publik."
Eksplorasi Fleksibilitas Keuangan Sektor Publik
Sebagai instansi dengan pola BLUD, RSUD dr. Hasri Ainun Habibie menjadi "laboratorium hidup" bagi mahasiswa MKSP. Para mahasiswa mendapatkan paparan komprehensif mengenai siklus keuangan, mulai dari perencanaan hingga pertanggungjawaban yang menuntut transparansi tinggi.
Diskusi berlangsung hangat saat mahasiswa mulai membedah tantangan nyata di lapangan, terutama mengenai bagaimana sebuah instansi pemerintah dapat tetap fleksibel dalam pelayanan kesehatan namun tetap disiplin terhadap regulasi keuangan negara.
Mencetak SDM Unggul dan Siap Pakai
Kaprodi MKSP, Ibu Fitria Akibun, SE., M.Si, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya besar program studi untuk memperluas cakrawala berpikir mahasiswa.
"Kami ingin mahasiswa tidak hanya menguasai regulasi secara tekstual, tetapi juga memahami implementasi teknis dan profesional di lapangan. Dengan adanya MoA dan IA ini, peluang magang dan riset kolaboratif bagi mahasiswa akan semakin terbuka lebar," ujarnya.
Melalui langkah nyata ini, UNBITA kembali menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan yang visioner dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang siap berkontribusi pada sektor administrasi dan keuangan publik di masa depan.